Wanita Inspiratif - Belajar Memahami Warisan Budaya

       Pada era modern seperti saat ini , tentu tak mudah menjalankan usaha dengan produk yang merupakan warisan budaya. Akan tetapi , wanita inspiratif ini baertahan menjalankan usaha songket dan bertekad terus mengembangkan bisnis turun-temurun ini. 

      Nyimas Widy, wanita asal kota Palembang ini memiliki bakat dan keahlian seperti kedua orang tuanya yang tidak lain adalah seorang pengrajin songket. Kerajinan itu pula yg sedang ditekuni oleh Nyimas saat ini, sudah cukup lama ia menjalaninya. Sejak tahun 1994 ketika ia baru saja lulus dari pesantren. Nyimas sudah belajar menenun songket sejak masih duduk di bangku sekolah. Perlahan ia mempelajari tahap demi tahap cara pembuatan songket hingga ia bisa memahami dan menguasai prosespembuatannya. Tentunya proses belajar itu dalam bimbingan dan pantauan orang tuanyasehingga ia bisa meneruskan usaha orangtuanya.

Songket
     Salah satu tujuan uatamanya meneruskan usaha kreatif dan inovatif ini adalah agar ia bisa memperkenalkan songket sebagai kerajinan dan ciri khas kota Palembang, agar generasi baru terus mengetahui keberadaan songket dan kerajinan ini tidak hilang dan musnah. Bertahan mengembangkan warisan budaya yg nyaris dilupakan banyak orang bukanlah hal yg mudah. Akan tetapi, Nyimas berupaya bisa bertahan dengan melakukan berbagai inovasi kreatif. Cara yg dilakukannya antara lain dengan mengembangkan design-design songket terbaru dari yang unik sampai yg terlihat mewah. Selain memadu padankan motif dan design , Nyimas juga rajin mengikuti berbagai pameran. 

       Dengan kegigihannya memulai usaha dan melihat peluang baru , Nyimas mampu meraup omzet hingga 60 juta rupiah. Wajar saja Nyimas bisa memperoleh omzet yg begitu besar karena memang songket terbilang mahal dan semua bahan baku pembuatannya adalah hasil produk dalam negeri. 
      Dalam pandangannya, bisnis songket ini sangat menguntungkan dan sebagai langkah menjaga warisan budaya sehingga tetap perlu terus dipertahankan. Ian memiliki tips agar songket bisa awet dan tahan lama disimpan. Yaitu, setelah songket dipakai sebaiknya dibentangkan dan diangin angin di tempat yang teguh, setelah itu digulung di kertas kopi, lali ditaburi merica butir agar songket tidak mudah digigit oleh binatang perusak songket.

     Dari sini kita bisa belajar dan terinspirasi oleh wanita penerus budaya ini, agar kita tidak melupakan dan serta merta menghilangkan budaya kita.

Bisnis Pemanfaatan Limbah


Dewasa ini,kesadaran masyarakat akan kepedulian lingkungan mulai meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan usaha pelestarian lingkungan yang semakin gencar. Jika pelestarian lingkungan juga bisa mendatangkan penghasilan pasti akan lebih menyenangkan. Banyak sekali jenis-jenis usaha yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan ini. Bisa kita sebut sebagai eco business. Ada 3 metoda yang perlu kita ketahui tentang eco business ini,yaitu: mendaur ulang (recycle), menggunakan (reuse) dan mengurangi atau (reduce). Dan ini adalah kesempatan bagi Wanita untuk menggali bisnis dibidang bisnis ramah lingkungan
Simak beberapa contoh bisnis di bidang eco business:


1.       Bisnis Kerajinan Daur Ulang Sampah
Masalah sampah yang paling utama adalah sampah yang tidak bisa terurai oleh alam seperti plastik, kaleng,kaca,kain,busa, dan laiinya. Inilah yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan bisnis. Biasanya barang hasil daur ulang sampah jenis ini dipakai sebagai pelengkap aktifitas sehari-hari. Misalnya saja: disekitar rumah kita banyak terdapat kain belacu atau kain perca, daripada dibuang kita bisa menjahitnya untuk membuat keset, taplak meja, cempal dan masih banyak lagi. Tentunya masih banyak sisa bahan selain kain yang bisa kita gunakan untuk kemudian dijual dan mendatangkan keuntungan bagi kita para wanita. Jika kita lihat dari bahan jenis bisnis ini, bisa dikatakan melimpah dimana saja. Kita bisa mendapatkan dari berbagai sumber, misal: kain sisa atau perca dari penjahit pabrikan atau rumahan, kemudian sisa bungkus minuman kemasan serbuk atau sisa bungkus kemasan detergent bisa kita dapatkan dari rumah ke rumah. Soal biaya produksi bisnis ini tergolong murah karena mengandalkan kreatifitas untuk mencipta. Meski biaya bahan dan biaya produksi cenderung murah, harga jual produk ini pantas dihargai tinggi karena bisa jadi ada upah atas kreatifitas kita mengubah barang yang harusnya dibuang menjadi barang yang bisa dipakai lagi.

2.       Bisnis Pupuk Alami
Membuat pupuk alami sendiri dapat mananggulangi masalah sampah. Karena selama ini sampah hanya dipindahkan dari rumah ke rumah ke penampingan sampah. TPA atau tempat pembuangan sampah tidak ada penyelesaiannya, inilah yang membuat rusak lingkungan kita. Bisnis pupuk alami adalah bisnis murah lainnya yang bisa dikembangkan oleh perempuan Indonesia. Bahannya berasal dari sampah basah yang jumlahnya melimpah, terutama dari sampah rumahtangga.
Yang perlu dicermati dari bisnis pupuk alami ini adalah: (1) Bahannya adalah sampah basah rumah tangga, yang penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri. (2) Soal harga jual, biasanya dihargai tinggi meskipun biaya produksinya tergolong murah. Hal ini disebabkan karena kegunaannya yang luar biasa.  

3.       Bisnis Distributor Produk Alami
Saat ini sangat beragam contohnya adalah: berkaitan dengan sanitasi, kecantikan,fesyen, transportasi.
Menjadi agen cenderung lebih mudah ketimbang kita memproduksi barang sendiri. Hal yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara memasarkannya, bisa jadi kita membuka stand di pameran, kios di mal, di pasar ataukan dengan pemasaran online. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tentang produk knowledge dan alur proses produksi sehingga jika ada konsumen yang bertanya, kita sebagai agen/distributor tetap bisa mendapatkannya.

Naomi Susilowati Setiono - Pengusaha Batik Lasem Mantan Kernet Bus

Sebelum sukses menjadi pengusaha, Naomi wanita sederhana ini juga pernah menjalani hidupnya sebagai tukang cuci baju, pemotong batang rokok, kernet bus antar kota dan akhirnyaa menjadi pengrajin batik lasem.Kegetiran hidup tak menyurutkan perjuangan Naomi Susilowati Setiono (46) dalam menjalani kesehariannya. Dengan berapi-api, wanita sederhana ini menuturkan kisah hidupnya yang diawali sebagai tukang cuci baju, pemotong batang rokok, kernet bus antarkota, dan akhirnya menjadi pengusaha serta perajin batik lasem.

Hingga tak heran, rekan-rekannya memintanya untuk menjadi ketua cluster batik lasem, yang hingga kini belum diberi nama. Dalam waktu dekat, cluster ini akan dinamai menjadi semacam asosiasi perajin/pengusaha batik lasem.

Semua ini karena kebaikan Tuhan, ujarnya mensyukuri perbaikan hidup yang dialaminya. Meski bukan pengusaha batik nomor wahid di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, perempuan peranakan Tionghoa ini sangat terkenal di dunia perbatikan, khususnya batik lasem.

Jenis batik lasem (atau laseman) yang perkembangannya jauh tertinggal dibanding batik solo dan yogya ini terus digeluti, meski masih menggunakan peralatan tradisional. Naomi yang memimpin Batik Tulis Tradisional Laseman Maranatha di Jalan Karangturi I/I Lasem, Rembang, ini mengerahkan 30 perajin guna mendukung usahanya.

Selain mengemban status single parent, Naomi terkenal aktif sebagai pendeta di gereja setempat. Bahkan, akhir-akhir ini ia disibukkan dengan mengisi seminar maupun pemaparan ke berbagai instansi mengenai seluk-beluk batik lasem.

Ia juga tengah merintis pengaderan perajin batik ke sekolah-sekolah secara gratis. Kalau tidak kami sendiri yang mengader, siapa lagi? Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, ujarnya.

Naomi mengaku pernah melontarkan gagasannya kepada Bupati Rembang Hendarsono (saat itu) untuk menyisipkan cara membatik ke dalam pelajaran muatan lokal. Sayangnya, ide ini tak ditanggapi dan dianggap tidak bisa berhasil.

Akhirnya, ia langsung turun ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan gagasannya itu. Kini, ia masih menunggu tanggapan dari sekolah-sekolah. Jika masalah tempat, saya bisa meminjam balai desa, tak perlu keluar uang, ujarnya.

Meski sangat sibuk, produktivitasnya tak berubah. Setiap bulan Naomi dan rekan-rekan pekerja di tempatnya menghasilkan rata-rata 150 potong batik tulis. Batik-batik bermotif akulturasi budaya Cina dan Jawa ini dikirim ke berbagai daerah, seperti Serang (Banten), Medan (Sumut), dan Surabaya (Jatim).

Naomi menjelaskan, usaha batik yang digeluti sejak tahun 1990 ini merupakan limpahan dari orangtua. Namun, ia tidak semata-mata menerima begitu saja.

Pada tahun 1980, lulusan Sekolah Menengah Apoteker Theresiana Semarang ini mendapatkan masalah sehingga dikucilkan dari keluarga yang saat itu terpandang di wilayahnya. Ditolak dari keluarga yang telah mengasuhnya 21 tahun itu mau tak mau harus diterimanya. Ia pun pindah ke Kabupaten Kudus.

Di tempat ini ia menyingsingkan lengan baju dan bekerja sebagai pencuci pakaian. Tergiur penghasilan yang lebih tinggi, ia pindah sebagai buruh pemotong batang rokok di Pabrik Djarum Kudus.

Karena kurang cekatan, ia hanya mendapatkan penghasilan yang sedikit, Rp 375 per hari. Padahal teman-teman dapat memotong rokok berkarung-karung, bisa mendapat uang Rp 2.000-an, ujar lulusan Sekolah Tinggi Theologia Lawang, Jatim, ini.

Ia hengkang dan berpindah sebagai kernet bus Semarang-Lasem. Singkat cerita, orangtuanya memintanya kembali ke Lasem. Itu pun dengan berbagai cemooh. Saya ditempatkan di bawah pembantu. Mau minta air dan makan ke pembantu. Saya juga tidak boleh memasuki rumah besar, ujarnya.

Perlakuan ini ia terima dengan lapang dada. Sedikit demi sedikit ia mempelajari cara pembuatan batik lasem. Mulai dari desain, memegang canting, melapisi kain dengan malam, hingga memberi pewarnaan diperhatikannya dengan saksama.

Hingga suatu hari, tahun 1990, orangtuanya memutuskan tinggal dengan adik-adiknya di Jakarta. Usaha batik tidak ada yang meneruskan. Dari titik inilah Naomi dipercaya untuk melanjutkan usaha batik warisan turun-temurun ini.

Kesempatan ini digunakan Naomi untuk mengubah sistem dan aturan main bagi pekerjanya. Ia memberi kesempatan kepada perajin untuk menunaikan ibadah shalat. Sesuai kewajiban yang ingin mereka jalankan, saya memberikannya. Ini salah satu sistem baru yang saya terapkan, ujarnya yang pernah bercita-cita sebagai arkeolog.

Suasana kerja juga bukan lagi atasan dan bawahan. Ia menganggap perajin adalah rekan usaha yang sama-sama membutuhkan dan menguntungkan. Jika siang hari turun tangan dalam memproses batik, malam hari digunakannya untuk membuat desain.
 
Ibu dari Priskila Renny (23) dan Gabriel Alvin Prianto (17) ini masih tetap eksis di dunia perbatikan. Perlahan namun pasti, batik lasem mulai menggeliat dan dilirik kembali oleh para pencinta batik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. (Ichwan Susanto, Kompas, 23 Januari 2006)

Semoga terinspirasi....
--- Bila anda menginginkan bisnis yang bisa dijalankan secara online, maka anda bisa bergabung dengan bisnis saya.Lebih lengkapnya silahkan kunjungi www.bisniswanitacerdas.net ---
                       

Bisnis Souvenir Pernikahan Cocok Untuk Wanita

Suatu pernikahan adalah saat -saat yang paling dinanti dalam kehidupan seseorang.Banyak juga orang yang tidal segan-segan mengeluarkan dana besar untuk menyelenggarakan pernikahan karena semua berharap moment ini hanya dilakukan sekali seumur hidup.oleh karena itu,kuang lengkap rasanya apabila peseta pernikahan tanpa adanya souvenir pernikahan.Souvenir pernikahan dapat dijadikan simbol ucapan ucapan terima kasih dai kedua mempelai karena telah datang untuk menghadiri dan mendoakan pernikahannya.Selain itu, souvenir pernikahan juga ditujukan agar para undangan mengenang momen pernikahannya.Dengan demikian anda dapat menjadikannya sebagai peluang usaha yang menjajikan.

Jika anda ingin berbisnis souvenir pernikahan,berikut beberapa hal yang harus disiapkan.
  1. Mempersiapkan modal untuk memulai usaha.
  2. Menyediakan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan.
  3. Mengumpulkan barang-barang bekas seperti karton,kardus dan kertas jika diperlukan untuk bahan dasar membuat souvenir pernikahan.
  4. Memiliki pengetahuan dan skill dalam membuat souvenir, baik dengan membaca buku atau belajar sendiri secara otodidak.
  5. Memiliki jiwa kreatif dan inovatif dalam membuat souvenir yang berbeda dan unik.
Dalam pelaksanaan bisnis atau usaha souvenir pernikahan ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Memulai usaha ini dengan membuat souvenir sedikit demi sedikit dan melakukan proses produksi secara bertahap.
  2. Membuat souvenir dengan model yang unik dan menarik.
  3. membuat pemasaran produk semenarik mungkin.
Untuk sarana pemasaran dan promosi usaha atau bisnis souvenir pernikahan ini dapat dilakukan dengan cara :
  1. Pemasaran dengan membentuk jaringan anda sendiri dimulai dari orang -orang terdekat seperti sanak keluarga teman atau relasi dan lain - lain.
  2. Melengkapi alat - alat pemasaran seperti brosur atau katalog dan leaflet.
  3. Promosi dengan iklan baik di media cetak maupun elektronik seperti internet.
Biasanya dalam menjalankan usaha bisnis souvenir pernikahan ini terdapat beberapa hambatan atau rintangan yang harus dilalui :
  1. Pembatalan pemesanan oleh pembeli ketika barang sudah diproduksi.
  2. Peniruan bentuk atau model souvenir yang bisa dibuat oleh orang lain.
  3. Pembuatan souvenir anda dianggap kurang menarik oleh pembeli.Dalam hal ini kreatifitas anda dalam membuat produk souvenir diuji.
Contoh Analisis Usaha

A. Modal Awal


1. Peralatan 
 - Alat kerajinan tangan (gunting,penggaris dll) Rp.    120.000,00

Peralatan tersebut mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp. 1000,- . bila memenggunakan metode penyusutan dengan garis lurus.Biaya Penyusutan = (Rp. 120.000,00 - Rp.1.000,00) : 4 = Rp.120.000,00 per tahun atau sama dengan Rp. 29.750,00 per bulan.


2. Perlengkapan 
 - Bahan baku (kertas cantik,pita,lem tinta dll) Rp.   1.500.000,00
 - Plastik kemasan Rp.      250.000,00
   Jumlah Rp.   1.750.000,00

B.Perhitungan laba/rugi 

1. Pesanan 2kali perbulan @20 kodi
    20 kodi @ Rp.100.000,00 x 2 Rp.   4.000.000,00

2. Biaya - biaya 
 - Transportasi Rp.      150.000,00
 - Listrik dan teleponRp.      150.000,00
 - Biaya penyusutan peralatanRp.           2479,00
 - Biaya PerlengkapanRp.   1.750.000,00
 - Lain - lainRp.      100.000,00
   Jumlah BiayaRp.   2.152.479,00


3. Laba/rugi bersih = pendapatan - biaya
    Rp.4.000.000,00 - Rp.2.152.479,00 Rp.    1.847.521,00

Semoga Terinpisrasi....
-- Peluang Usaha Bisnis Online Silahkan Kunjungi www.bisniswanitacerdas.net --
                      

Bisnis Ramah Lingkungan Daur Ulang Sampah

Dewasa ini,kesadaran masyarakat akan kepedulian lingkungan mulai meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan usaha pelestarian lingkungan yang semakin gencar. Jika pelestarian lingkungan juga bisa mendatangkan penghasilan pasti akan lebih menyenangkan. Banyak sekali jenis-jenis usaha yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan ini. Bisa kita sebut sebagai eco business. Ada 3 metoda yang perlu kita ketahui tentang eco business ini,yaitu: mendaur ulang (recycle), menggunakan (reuse) dan mengurangi atau (reduce). Dan ini adalah kesempatan bagi Wanita untuk menggali bisnis dibidang bisnis ramah lingkungan
Simak beberapa contoh bisnis di bidang eco business:

1. Bisnis Kerajinan Daur Ulang Sampah
Masalah sampah yang paling utama adalah sampah yang tidak bisa terurai oleh alam seperti plastik, kaleng,kaca,kain,busa, dan laiinya. Inilah yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan bisnis. Biasanya barang hasil daur ulang sampah jenis ini dipakai sebagai pelengkap aktifitas sehari-hari. Misalnya saja: disekitar rumah kita banyak terdapat kain belacu atau kain perca, daripada dibuang kita bisa menjahitnya untuk membuat keset, taplak meja, cempal dan masih banyak lagi. Tentunya masih banyak sisa bahan selain kain yang bisa kita gunakan untuk kemudian dijual dan mendatangkan keuntungan bagi kita para wanita. Jika kita lihat dari bahan jenis bisnis ini, bisa dikatakan melimpah dimana saja. Kita bisa mendapatkan dari berbagai sumber, misal: kain sisa atau perca dari penjahit pabrikan atau rumahan, kemudian sisa bungkus minuman kemasan serbuk atau sisa bungkus kemasan detergent bisa kita dapatkan dari rumah ke rumah. Soal biaya produksi bisnis ini tergolong murah karena mengandalkan kreatifitas untuk mencipta. Meski biaya bahan dan biaya produksi cenderung murah, harga jual produk ini pantas dihargai tinggi karena bisa jadi ada upah atas kreatifitas kita mengubah barang yang harusnya dibuang menjadi barang yang bisa dipakai lagi.

2. Bisnis Pupuk Alami
Membuat pupuk alami sendiri dapat mananggulangi masalah sampah. Karena selama ini sampah hanya dipindahkan dari rumah ke rumah ke penampingan sampah. TPA atau tempat pembuangan sampah tidak ada penyelesaiannya, inilah yang membuat rusak lingkungan kita. Bisnis pupuk alami adalah bisnis murah lainnya yang bisa dikembangkan oleh perempuan Indonesia. Bahannya berasal dari sampah basah yang jumlahnya melimpah, terutama dari sampah rumahtangga. Yang perlu dicermati dari bisnis pupuk alami ini adalah: (1) Bahannya adalah sampah basah rumah tangga, yang penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri. (2) Soal harga jual, biasanya dihargai tinggi meskipun biaya produksinya tergolong murah. Hal ini disebabkan karena kegunaannya yang luar biasa.

3. Bisnis Distributor Produk Alami
Saat ini sangat beragam contohnya adalah: berkaitan dengan sanitasi, kecantikan,fesyen, transportasi. Menjadi agen cenderung lebih mudah ketimbang kita memproduksi barang sendiri. Hal yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara memasarkannya, bisa jadi kita membuka stand di pameran, kios di mal, di pasar ataukan dengan pemasaran online. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tentang produk knowledge dan alur proses produksi sehingga jika ada konsumen yang bertanya, kita sebagai agen/distributor tetap bisa menjawabnya.

Usaha Toko Buku - Alat Tulis Kantor

Usaha toko buku dan alat tulis kantor/ATK juga potensial anda kembangkan apabila lokasi rumah anda berdekatan dengan sekolah,kampus atau perkantoran.Anak - anak sekolah atau mahasiswa dan pegawai kantor pasti membutuhkan perangkat atau alat tulis untuk menunjang kegiatan mereka.Akan tetapi,tidak menutup kemungkinan membuka usaha toko buku dan alat tulis kantor/ATK di tempat strategis lainnya seperti pasar,perumahan dan lain-lain.Membuka usaha toko buku dan ATK di tempat-tempat strategis tersebut juga berpeluang bagus karena ketika penduduk sekitar sedang membutuhkan pulpen,buku,gunting,buku agenda,tinta dan sebagainya tidak perlu jauh-jauh untuk membelinya.

Untuk persiapan usaha toko buku dan alat tulis kantor/ATK ini,terdapat bebrapa hal yang perlu dilakukan untuk memulainya, diantaranya :
  1. Melakukan survei untuk mencari tempat-tempat strategis misalnya tempat sekolahan atau depan kampus.
  2. Melakukan analisa barang-barang yang paling banyak dibutuhkan oleh konsumen.
  3. Mempersiapakan sarana promosi pada konsumen.
Dalam hal pelaksanaan usaha toko buku dan alat tulis kantor ini, perlu memperhatikan beberapa hal berikut  ini :
  1. Keramahan dan sopan santun penjaga toko harus diperhatikan demi menjaga kenyamanan konsumen saat membeli di toko anda.Harus ada standar pelayanan yang memuaskan untuk para pelanggan.
  2. Buatlah cara agar penyimpanan barang anda di toko tersebut menjadi tertata dan rapi  untuk menghindari jumlah hilangnya alat tulis kantor anda terutama untuk produk yang berukuran kecil seperti pulpen dan sebagainya.
Untuk promosi dan  pemasaran usaha toko buku dan alat tulis kantor ini, sebagai contoh anda dapat melakukan hal sederhana seperti berikut ini :
  1. Memanfaatkan momen khusus seperti pada saat penerimaan siswa dan mahasiswa baru untuk mempromosikan.Berikan pelayanan yang memuaskan kepada pembeli sehingga ia akan datang kembali.
  2. Menjalin kerjasama dengan panitia penerimaan mahasiswa baru untuk memberikan informasi pembelian di toko buku dan alat tulis kantor anda.Bila perlu memasang iklan usaha di majalah kampus dan sekolah untuk mendapatkan yang lebih luas kepada siswa/mahasiswa baru.
  3. Melakukan promosi melalui media brosur dan menempelkannya di tempat-tempat yang mudah terlihat oleh banyak orang.
Hambatan atau tantangan dalam menjalankan usaha toko buku dan alat tulis kantor ini biasanya berkisar kepada :
  1. Persaingan dari sekitar toko anda.Untuk mengatasi hal ini perlu memilih tempat strategis yang dalam jarak radius tertentu belum ada toko buku dan alat tulis serupa.
  2. Tantangan untuk menemukan tempat untuk anda membeli bahan baku dengan harga miring.Untuk alat tulis kantor biasanya harga grosirnya kurang lebih sama.

Contoh Perhitungan Usaha

A. Modal Awal

1. Peralatan
 - Renovasi Tempat Rp.   3.000.000,00
 - Lemari etalase kaca Rp.   1.000.000,00
 - Rak kayu dan meja display Rp.   1.000.000,00
 - Meja kursi kasir Rp.      300.000,00
 - Papan Nama Rp.      100.000,00
   Jumlah Rp.   6.400.000,00

Peralatan tersebut mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp. 1000,- . bila memenggunakan metode penyusutan dengan garis lurus.Biaya Penyusutan = (Rp. 6.400.000,00 - Rp.1.000,00) : 4 = Rp. 1.599.750,00 per tahun atau sama dengan Rp. 133.313,00 per bulan.


2. Perlengkapan
 - Kantong Plastik Rp.      100.000,00


B.Perhitungan laba/rugi 

1. Pendapatan
    Rp.200.000,00 x 30 hari Rp.   6.000.000,00


2. Biaya - biaya
 - Listrik Rp.      200.000,00
 - Persediaan ATK Rp.   2.000.000,00
 - Gaji Karyawan Rp.   1.000.000,00
 - Biaya Perlengkapan Rp.      100.000,00
 - Biaya Penyusutan Peralatan Rp.      133.313,00
 - Lain - lain Rp.      100.000,00
   Jumlah Rp.   3.533.313,00


3. Laba/Rugi Bersih = Pendapatan - Biaya
   Rp.6.000.000,00 - Rp.3.533.313,00 Rp.   2.466.687,00

Semoga Terinspirasi....
-- Peluang Usaha Bisnis Online Silahkan Kunjungi www.bisniswanitacerdas.net --
                

    Follow Me

    Followers